Ada sebuah cerita dari seorang teman, tentang do’a seorang hamba kepada Tuhannya :
Ada seorang hamba bernama si A meminta kepada Tuhan, seraya menjelaskan kriteria pasangan yang dia inginkan. Dia menginginkan pasangan yang baik hati,lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai, suka cita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris dan penuh perhatian. Dia bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini dia impikan.
Sejalan dengan berlalunya waktu, si A menambahkan daftar kriteria pasangan yang diinginkannya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati si A, “HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan.”
Si A bertanya, “Mengapa Tuhan?” dan Ia! menjawab, “Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar.
Si A bertanya lagi, “Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dariMu?”
Jawab Tuhan, “Aku akan menjelaskan kepadamu. Adalah suatu ketidakadilan dan ketidakbenaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagiKu untukmemberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar; atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam; atau seseorang yang mudah mengampuni, tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam; seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak…
Kemudian Tuhan berkata “Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semua itu. Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu.”
